Dilan Bagian Kedua by Pidi Baiq

Dilan Bagian Kedua

"Jika aku berkata bahwa aku mencintainya, maka itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap."―Milea"Senakal-nakalnya anak geng motor, Lia, mereka shalat pada waktu ujian praktek Agama."―Dilan


Details Dilan Bagian Kedua

TitleDilan Bagian Kedua
ISBN9786027870994
Author
Release DateJul 1st, 2015
PublisherPastel Books
LanguageIndonesian
GenreRomance, Novels, Fiction, Asian Literature, Indonesian Literature, Young Adult
Rating

Reviews Dilan Bagian Kedua

  • Neti Triwinanti
    2015-07-08
    tidak berekspektasi banyak terhadap novel ini, dan ya, sebenarnya saya kurang menikmati sih. kenapa?1. karakter dilan justru melemah dan kurang menonjol padahal konflik semakin berkembang (duh, seperti bukan Dilan banget kalau menurut saya).2. banyak repetisi di bagian awal. dan saya saya sempat bosan karenanya. sebenarnya ini bagus karena membuat orang yang tidak membaca bagian satu tetap mendapat gambaran kisah mereka sebelumnya.3. Milea (menur...
  • Ginan Aulia Rahman
    2015-07-17
    Setelah membaca buku Dilan bagian dua sampai habis, saya teringat dengan perkataan Sudjiwo Tejo“Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kita bisa berencana menikahi siapa tp tak dapat kita rencanakan cinta kita tuk siapa.. Nasib bisa diperjuangkan tapi takdir tidak bisa ditolak.” Takdir telah membuat Milea dan Dilan Saling mencintai, tapi nasib berkata lain. keduanya berpisah dan menikah dengan pasangan masing-masing. Perih, lebih perih dari...
  • Catur Indrawan
    2015-08-21
    Kalau ada yang bilang novel Dilan bagia pertama lebih seru dari bagian kedua, aku rasa itu hal yang wajar, karena yang namanya masa-masa PDKT jauh lebih seru dan menyenangka tinimbang ketika sudah jadian yang penuh drama.Ya, tapi walau bagaimanapun, seperti yang dikatakan Milea, " Masa lalu bukan untuk diperdebatkan, mari biarkan."
  • nanto
    2015-08-04
    Karena ini bukan buku biasa, sebaiknya dibaca dari yag kedua dahulu baru masuk ke buku pertama. #alasanasalBila banyak yang terkesan oleh rayuan maut Dilan yang meluncur deras dan memang layak kutip, saya lebih terkesan oleh kejujuran dan otentisitas Dilan. Romantis lahir dari dua hal tadi. Ia adalah buah dari kemampuan jujur atas perasaan dan tetap menjadi dirinya sendiri. Orang sering menyebutnya dengan nyeni, mungkin karena seni juga berurusan...
  • April Silalahi
    2015-07-08
    "tujuan pacaran adalah untuk putus. Bisa karena menikah, bisa karena berpisah."Ini kisah Dilan dan Milea satu tahun setelah buku pertamanya. Tahun 1991.Milea masih menceritakan kelanjutan kisah pacarannya dengan Dilan. Setelah peresmian hubungan mereka yang konyol di dalam warung.Masih sama menghibur. Milea masih mendampingi Dilan yang tambah sering membuat onar bersama genk motornya."Kamu harus tau, senakal-nakalnya anak genk motor, mereka juga ...
  • Zulfy Rahendra
    2015-07-11
    Best part in relationship adalah masa-masa pedekate. Membaca lanjutan buku Dilan, kebenaran kalimat itu terasa sekali buat saya. Terasa sekali bahwa hal yang sulit itu adalah proses mempertahankan dan bukan proses mendapatkan. Yang sulit itu adalah menerima dan berkompromi dengan kekurangan pasangan.Dilan #2 adalah kisah ketika Dilan dan Milea sudah sah menjadi pasangan pacar (gini amat bahasanya..). Dan seperti perempuan pada umumnya (apa saya d...
  • Harun Harahap
    2015-08-02
    Lebih bagus Dilan yang pertama. Yang ini kocaknya sedikit, banyakan drama nangis-nangisnya.
  • Nadira Aliya
    2015-07-31
    "Kalau di buku Dilan yang pertama, Dilan membuatku jatuh cinta, di buku yang kedua ini aku dibikin patah hati." Ucap salah seorang temanku.Ya, betul sekali ucapan temanku tersebut. Membaca buku ini berakhir dengan kesedihan. Walaupun dalam prosesnya kita masih bisa menemui sosok Dilan yang menghibur dengan spontanitasnya dalam setiap obrolan dan rayuannya pada Milea. Dan sosok Milea yang benar-benar dibuat jatuh cinta oleh Dilan. Milea yang serin...
  • Hestia Istiviani
    2016-06-07
    Selesai membaca buku yang pertama dan dengan akhir yang ternyata seperti itu, aku rasa aku harus melanjutkan hingga buku kedua. Ternyata buku ini di luar ekspektasiku.resensi lengkapnyaKalau kamu ingin merasa jatuh cinta dengan Dilan, baca saja buku pertama. Tidak perlu melanjutkan ke buku kedua. Bukankah kamu sudah tahu bahwa suami Milea bukanlah seorang Dilan?
  • Speakercoret
    2015-09-08
    masih aja gw ga suka ma meelia :Dbuku kedua ini lebih melow dibanding buku satu.. suka banget sama karakter bunda dan ayahnya dilan.. nyokapnya melia juga.. tapi endingnya ga asik ah :(btw emang th 90an udah ada ungkapan "sok iye"?tapi pastinya membaca buju dilan #1 dan #2 membuat gw pengen teriak ke temen2 seangkatan gw " woooy lo baca ni buku niiih, noraaak banget tp bikin kangen.. khas 90an" hwahahaha
  • Bellaryn
    2017-01-06
    Lets just say it's better then the first one
  • Steven S
    2018-02-13
    Seperti yang aku tulis di review Dilan 90, cerita di Dilan bagian kedua ini memang bikin lebih penasaran lagi. Kisahnya sendiri bersambung mulus dari Dilan 90.Disini memang bisa dibilang konfliknya lebih memuncak. So on an on.Tapi dibalik semuanya, aku cuman mau nulis, gue salut sama mbak Milea, atau siapapun namamu mbak, kisah hidupmu berkesan.Gue nulis ini dengan mix feelings. Sumpah. (Di jam 2 pagi lebih lima menit), iya 2 seri aja butuh marat...
  • Annisa D. Lestari
    2015-09-08
    Sebenarnya saya nilai 3.5 bintang. Dari keseluruhan bab, bagian yang paling saya suka adalah di empat bab terakhir. Di situ adalah saat paling menentukan kelanjutan hubungan Milea dan Dilan. Entahlah, buku kedua ini kurang dapat gregetnya. Lebih banyak diisi oleh curhatan Milea yang terobsesi dengan Dilan. Mengapa saya bilang terobsesi, karena Milea seperti jatuh ke dalam perasaannya yang mendalam kepada Dilan sampai-sampai harus mengekang kegiat...
  • Marina
    2018-01-30
    ** Books 23 - 2018 **2,8 dari 5 bintang! Satu-satunya yang menarik dari buku ini dan berhasil saya memberikan bintang tinggian dari Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 adalah ENDINGNYA! Hahahaa.. Biasa saya kan pecinta yang sedih2 wkwkk.. kalau endingnya gak begitu tampaknya akan kembali 2 bintang :pSaya yang gak habis pikir ini apaan sih Milea.. Meskipun lo pacar gue tapi masak bisa sok asik sama ortu gue.. Dan lalu meskipun kita udah putus akh...
  • Elvina Zafril
    2018-06-07
    Buku kedua ni tak sehebat buku pertama. The first book was amazing. Pada awal cerita, banyak betul repitition sampai rasa bosan. Tapi lama-kelamaan agak memuaskan. Cerita jadi semakin menarik apabila berlakunya konflik antara Dilan dan Milea. Watak Dilan seakan-akan lemah walaupun banyak konflik yang terjadi. Tapi saya masih suka dengan pick up line yang diberi Dilan ke Milea. Sedih bila baca kisah Dilan dan Milea dalam buku ni. Sama-sama sayang ...
  • Andi Lintang
    2017-03-31
    Milea nya nyebelin. Kayak aku. Dilan nya nyantai tapi keras kepala. Kayak kamu. Akhirnya mereka nggak bersatu dan menikah dengan orang lain. Kayak kisah kita.Ngahahahahahahahaha kok sakit...
  • Dirakamal
    2015-07-05
    Dwilogi novel Dilan : Dia Adalah Dilanku karya Pidi Baiq adalah novel ter-asik yang pernah D baca. Sekali kamu baca lembaran pertama, kamu akan terus baca sampai habis tanpa jeda. Serius. Kecuali untuk Sholat dan dipanggil mama.Kata-katanya ringan dan mudah dicerna. Pengambilan latar belakang cerita, dan tokoh sangat sederhana namun tetap istimewa, sering ditemui di kehidupan sehari-hari, tergambar jelas dari deskripsi dan bantuan visual sederhan...
  • Musrifah Arfiati
    2016-06-27
    Akibat penasaran dengan ending menggantung di buku yang pertama, saya pun tergoda untuk baca buku kedua. Sebagaimana buku pertama, bagian awal buku ini lucu-lucu, asyik, nan menggemaskan. Hingga akhirnya ketika sampai ke tengah cerita, saya mulai sedikit baper, sampai di ending cerita, baper saya pun mencapai klimaksnya! Ah, meskipun sebenarnya saya suka dengan novel yang bukan-sad-atau-happy-ending, tapi diam-diam saya geregetan juga, termasuk d...
  • Rahmadiyanti
    2016-08-25
    Karakter Dilan memang unik dan otentik. Sedangkan karakter Milea: cantik. Eh, cantik mah bukan karakter ya, itu takdir :P. Soalnya sering disebut tentang cantiknya Milea ini. Jadi banyak yang suka Milea, karena dia cantik, titik. (gue ngiri banget ya Milea cantik, haha). Well, tetap asyik baca sekuel Dilan ini, menikmati keotentikan Dilan, yang kayaknya sih susah ditiru oleh para cowok buat ngerayu cewek. So, nggak usah niru-niru lah, be yourself...
  • Lelita P.
    2016-05-12
    Walaupun semua orang bilang lebih suka buku pertama, jujur, saya sedikit lebih menyukai buku kedua ini. Rasanya lebih manusiawi, lebih realistis. Beginilah kehidupan nyata; bukan fairytale. Terkadang, meskipun perasaan masih saling mencintai, dua orang tidak bisa bersama karena ini dan itu--faktor-faktor realistis.Saya juga lebih suka buku kedua ini karena perkembangan karakternya sangat manusiawi dan bisa dimengerti, pun dinamika hubungan Dilan-...
  • Rezza Dwi
    2016-06-01
    Ya, saya menangis di buku ini. Apalagi bagian endingnya. Endingnya realistis. Sifat Dilan tidak berubah, sifat Milea pun terasa mengalir sangat wajar. Keduanya tidak sempurna, selayaknya manusia pada umumnya. Punya kelebihan, punya kekurangan. Kelebihan Dilan menonjol di buku pertama, kekurangannya sangat amat menonjol di buku ke dua.Andai endingnya berbeda, saya rasa, cerita ini menjadi tidak ada bedanya dengan cerita-cerita remaja zaman sekaran...
  • Aliendheasja
    2015-07-28
    Tidak terlalu banyak perbedaan antara buku pertama dan buku kedua ini, sehingga saat awal membaca buku ini, saya cukup merasa bosan - maklum, jarak waktu saya membaca buku pertama dan kedua cukup berdekatan. Menurut saya, cerita dalam buku ini baru menarik pada sekitar 60 halaman terakhir, ketika ada sebuah kejadian penting yang terjadi. Sebelum kejadian tersebut, cerita yang disajikan cukup mudah tertebak ujungnya dan kurang dibahas secara menda...
  • sifa fauziah
    2016-05-12
    [SPOILER ALERT]Heran sekaligus hebat, sih, menurut saya. Bisa gitu... Di awal cerita sudah ditegaskan suami Milea bukan Dilan. Tapi seiring jalannya cerita, pembaca, khususnya saya, dibuat lupa dengan kenyataan itu, malah berharap kemungkinan akhir cerita akan berbeda, yang padahal sudah jelas nggak bisa...Tenang, Lia, saya paham betul."every girl has that one guy she goes back to, heartbreak after heartbreak, and nobody knows why, not even her, ...
  • acha
    2017-07-26
    "Dilan,Kalau dulu aku pernah berkata bahwa aku mencintai dirimu, maka kukira itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap dan berlaku tidak hanya sampai di hari itu, melainkan juga di hari ini dan untuk selama-lamanya. "
  • nur'aini tri wahyuni
    2015-07-20
    pidi baiq emang deh, jagonya bikin jokes natural slengean khas bandung, yg bisa buat orang mikir, "sampis, lawak banget, tapi iya juga" yg ini lebih emosional, ga pengen ending yg begini. nunggu banget novel Suara Dilan nya. gue perlu tau yg ada diotak Dilan sebenernya.
  • Nur Fadilla Octavianasari
    2017-07-31
    Khas romansa remaja. Pdkt >> Jadian >> Cekcok >> Putus. Kayaknya teori masa-masa termanis suatu hubungan itu ada di fase pendekatan (pdkt) benar adanya. Dilan dan Milea, setelah resmi jadian di ending buku #1 Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 (yaya, surat pernyataan resmi pacaran bermaterai itu) keduanya bak pemilik dunia saja. Cukup banyak cheesy-lines bertebaran di buku kedua ini. But, wait bukan tipe yang bikin kita pengen muntah kok - well...
  • Regina Widya
    2017-05-21
    #warning: this review may contain some kind of spoiler!Ketika mau mulai baca, sempet saya agak tahan2, saking gak inginnya cerita ini berakhir, bercampur dengan perasaan deg2an memikirkan akhir kisah Dilan & Milea. Oh my... you really broke my heart, Pidi Baiq! Membaca novel Dilan ini (baik yang #1 maupun yang #2) benar2 menyedot saya masuk ke pusaran dunia Dilan dan Milea, sampai2 setiap kali berhenti sejenak dari membacanya, saya harus mikir ul...
  • Simplyditch
    2018-03-24
    Menyelesaikan buku ini dengan ekspektasi akan melihat keromantisan ala dilan nampaknya harus dikubur. Yah namanya juga masa pacaran kan pasti berbeda ya dengan masa pendekatan seperti di buku pertama.Alur yang terasa agak lambat diawal namun jadi cepat menjelang akhir membuat kadang kadang bosan juga ketika membaca di bagian bagian awal.Overall buku ini memang ringan bangt kayak lagi baca diary anak sma yah mengingatkan pas jaman jaman sekolah du...
  • Michiyo 'jia' Fujiwara
    2018-01-26
    Dilan,Aku rindu! Kau harus tahu itu selalu.Milea yang lebih dewasa penuturannya.. karena ia bercerita dengan sudut pandang wanita usia 30-an akhir atau 40-an awal.. dibanding dengan Dia Adalah Dilanku Tahun 1990. Itu mungkin pembedanya....Mengejutkan.ternyata Dilan dan Milea pada akhirnya....Penasaran lanjut buku selanjutnya...
  • Khadijah Nasir
    2017-06-21
    aku suka...hahaha.. sbb Dilan & Milea putus dlm keadaan yg serba sederhana. dan begitulah.... hidup perlu diteruskan.